Virus cacar monyet ditemukan bermutasi enam kali lebih cepat

Jakarta, sonaysurucukursu

Studi terbaru telah menemukan penyebab virus cacar monyet atau cacar monyet telah bermutasi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Mutasi yang cepat telah membuat virus tersebut menginfeksi hampir 3.400 orang di puluhan negara sejak pertama kali terdeteksi di negara non-endemik, Inggris. Hal ini diduga terkait dengan kecepatan penularan yang disebabkan oleh mutasi.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Obat Alami 24 Juni lalu. Penelitian ini juga menemukan bahwa virus tersebut membawa 50 mutasi yang sebelumnya tidak terdeteksi pada virus cacar monyet ditemukan pada tahun 2018-2019.

Dilaporkan dari Ilmu Langsungmonkeypox sebenarnya adalah penyakit langka yang menurut ahli virologi dapat beredar secara alami pada monyet dan hewan pengerat.

Dalam studi ini, para peneliti mengumpulkan DNA dari 15 sampel virus monkeypox dan merekonstruksi informasi genetik mereka. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa tingkat mutasi adalah 6 hingga 12 kali lebih tinggi dari yang diketahui.

Lonjakan besar-besaran dalam tingkat mutasi virus monkeypox jauh lebih dari yang diharapkan. Data kami mengungkapkan petunjuk tambahan tentang evolusi virus yang sedang berlangsung dan potensi adaptasi manusia, kata para peneliti.

Secara historis, cacar monyet ditularkan dari orang ke orang melalui kontak kulit yang dekat dengan lesi atau luka terbuka, cairan tubuh, bahan yang terkontaminasi atau tetesan pernapasan di udara.

Namun, kecepatan infeksi baru ini mungkin menunjukkan bahwa ada sesuatu yang berubah dalam cara penularannya. Peneliti menduga, perubahan tersebut menjadi penyebab cepatnya penyebaran cacar monyet di sejumlah negara.

Monkeypox sendiri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka cacar monyet. Penyakit ini ditularkan melalui kontak dekat atau kontak dengan permukaan dan cairan yang terkontaminasi.

Baca Juga :  Wabah cacar monyet menyebar di Eropa, di Inggris ada 7 kasus

Monkeypox menyebabkan gejala seperti flu yang disertai dengan ruam atau lesi di permukaan kulit. Ruam dan lesi dapat menyebar dari tangan ke seluruh bagian tubuh.

Hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan 3.400 kasus cacar monyet. Ribuan kasus ini tersebar di 50 negara non-endemik.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]