Wanita Viral Tidak Memiliki Rahim, Apa yang Terjadi?

Jakarta, sonaysurucukursu

Di media sosial viral, wanita tidak punya rahim. Hal ini dialami oleh seorang wanita yang memiliki endometriosis adenomioma.

Infeksi penyakit ini membuatnya menjalani operasi pengangkatan rahim di usia 30 tahun. Apa sebenarnya adenomioma atau adenomiosis endometriosis ini?

Mengutip berbagai sumber, adenomiosis terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Dalam kondisi normal, jaringan ini akan menebal, pecah, dan akhirnya berdarah, selama siklus menstruasi.

Adenomyosis dapat menyebabkan kram menstruasi, tekanan perut bagian bawah, dan kembung sebelum periode menstruasi dan dapat menyebabkan menstruasi yang berat.

Meskipun adenomiosis dianggap sebagai kondisi jinak (tidak mengancam jiwa), rasa sakit yang sering dan pendarahan hebat yang terkait dengannya dapat berdampak negatif pada kualitas hidup wanita.

Sampai saat ini dokter masih belum yakin apa yang bisa menyebabkan adenomiosis. Namun, penyakit ini biasanya sembuh setelah menopause.

Gejala adenomiosis dialami oleh viralnya kisah seorang wanita tanpa rahim.

Ada beberapa gejala adenomiosis yang dialami oleh kisah viral wanita tanpa rahim.

Sebenarnya penyakit ini tidak menimbulkan tanda atau gejala atau ketidaknyamanan ringan.

– Pendarahan menstruasi yang berat dan berkepanjangan
– Kram menstruasi yang parah
– Perut tekanan dan kembung
– Siapa yang Mendapat Adenomiosis?

Adenomiosis adalah kondisi umum. Hal ini paling sering didiagnosis pada wanita paruh baya dan wanita yang telah memiliki anak. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa wanita yang pernah menjalani operasi rahim sebelumnya mungkin berisiko terkena adenomiosis.

Jika dokter mencurigai munculnya adenomiosis, langkah pertama adalah pemeriksaan fisik. Pemeriksaan panggul dapat mengungkapkan rahim yang membesar dan nyeri tekan. Ultrasonografi dapat memungkinkan dokter untuk melihat rahim, lapisannya, dan dinding ototnya. Meskipun USG tidak dapat mendiagnosis adenomiosis secara pasti, USG dapat membantu menyingkirkan kondisi lain dengan gejala serupa.

Baca Juga :  IDAI Peringatkan Covid-19 Jelang PTM, Anak Harus Lengkapi Vaksin

Bagaimana Pengobatan Adenomiosis?

Perawatan untuk adenomiosis sebagian tergantung pada gejala Anda, tingkat keparahannya, dan apakah Anda telah menyelesaikan persalinan. Gejala ringan dapat diobati dengan obat nyeri yang dijual bebas dan penggunaan bantal pemanas untuk meredakan kram.

Namun pada gejala yang parah bisa menyebabkan pengangkatan rahim seperti kasus virus pada wanita tanpa rahim.

(chs)

[Gambas:Video CNN]