Tari Keraton DIY, Panahan, dan Thiwul Jadi Warisan Budaya Takbenda

Jakarta, sonaysurucukursu

Sebanyak 26 kearifan lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta (buatan sendiri) mulai dari kesenian tradisional hingga ragam kuliner ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB).

Puluhan kearifan lokal sebelumnya telah diserahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lengkap dengan sertifikat karya budaya yang diserahkan melalui uji coba penetapan WBTB Indonesia 2022 pada akhir September hingga awal Oktober.

Kearifan lokal di DIY yang telah ditetapkan sebagai WBTB pada tahun 2021 sonaysurucukursu lain karya budaya milik Keraton Yogyakarta yaitu Beksan Lawung Alit, ranah seni pertunjukan; Labuhan Merapi adalah domain upacara adat; Penyangkalan terhadap ranah tradisi dan ekspresi lisan.

Beksan Inom dan Bedoyo Angron Akung dari ranah seni pertunjukan merupakan karya budaya sebagai WBTB milik Puro Pakualaman.

Selain itu, makanan Thiwul merupakan ranah keterampilan dan kerajinan tradisional, Wiwitan Panen Padi adalah ranah pengetahuan dan kebiasaan perilaku tentang alam semesta. Ada juga Motif Batik Yogyakarta, domain tradisi dan ekspresi lisan, dan Upacara Adat Taraban, domain upacara adat.

Beberapa karya budaya lain yang menjadi WBTB 2021 sonaysurucukursu lain lemper, Makam Sewu agung nyadran, upacara adat Gumregan, kerajinan perak Kotagede, jemparingan, metode pembelajaran Saliswara Ki Hadjar Dewantara, dan lain sebagainya.

Gubernur buatan sendiriSri Sultan Hamengku Buwono X mengajak semua pihak untuk tertib mendata hasil karya budaya yang dihasilkan guna mempermudah pendaftarannya sebagai WBTB di kemudian hari.

Undangan ini berdasarkan pengalaman DIY yang kesulitan mengumpulkan data pendukung karya budaya yang akan didaftarkan sertifikat WBTB dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

‚ÄúDari apa yang disampaikan (DIY) yang lebih dari 700 karya budaya, akhirnya hanya 200 yang bisa dibahas. Dengan pengalaman ini, kami berharap, baik di Jogja maupun di provinsi lain, bisa ada kemauan dari awal hingga Catat produk-produk yang dihasilkan masyarakat secara turun-temurun. Dulu dan sekarang, agar lebih mudah jika ingin didaftarkan,” kata Sultan pada Perayaan WBTB DIY 2022 di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (27/9).

Baca Juga :  7 Pengganti Daun Jeruk Untuk Memasak, Tak Kalah Harum

Menurutnya, pendataan karya budaya penting dilakukan jika ingin menjadikan karya yang diciptakan sebagai produk peradaban saat itu, sebagai catatan sekaligus kekayaan di masa depan.


Melindungi WBTB di Indonesia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA