Tidak Selalu Negatif, Bir Bisa Membuka Percakapan Hangat

Jakarta, sonaysurucukursu

Bukan rahasia lagi, minuman beralkohol sering dipandang negatif. SEBUAHsebagai minuman dengan kadar alkohol rendah, juga mendapat rap buruk juga.

Tapi, siapa sangka di balik stigma negatif tersebut, kehadiran bir justru bisa menciptakan suasana hangat.

Brandon Salim, aktor dan Co-CEO Arktivak, membuktikan bahwa tradisi minum bir di perusahaannya sebenarnya mampu menyatukan semua anggota tim dalam obrolan kecil dan lancar.

Suasana kerja di kantornya santai. Hampir tanpa sekat sonaysurucukursu atasan dan bawahan.

“Hampir setahun, selesai kerja jam 6 atau 7 langsung minum [bir] dengan. Jika sudah seperti itu, saatnya bersantai,” kata Brandon saat merayakan 70 tahun bir Bintang di Museum Macan, Jakarta, Kamis (4/8).

Kehadiran bir membuat seluruh karyawan berkumpul santai di balkon kantor. Setiap orang memiliki ruang dan waktu untuk saling berbagi perasaan.

“Dari situ, saya bisa mengenal orang, tidak hanya secara objektif, tapi juga subjektif,” kata Brandon.

Senada dengan Brandon, Abigail Limuria salah satu pendiri komunitas What Is Up Indonesia? (WIUI), mengatakan bahwa bir memang merupakan sarana untuk bisa duduk bersama dan berbincang, bahkan dengan orang-orang dari latar belakang dan generasi yang berbeda.

Ia menambahkan, hampir semua orang memiliki ingatan yang baik dengan minuman ini.

“Minum bersama teman, orang tua, komunitas, kami meninggalkan semua status sosial dan mengobrol. Aktivitas [minum bir] memfasilitasi percakapan jujur, suasana menjadi santai, mendorong orang untuk lebih ramah, menerima, ada asosiasi kenangan indah, keterbukaan, “kata Abigail dalam kesempatan serupa.




Ilustrasi. Bir bisa membuka percakapan hangat dengan banyak orang. (Republik/Pixabay)

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa minuman beralkohol seringkali dicap negatif. Bir juga dipandang negatif.

Namun, Abigail percaya, tidak semua minuman beralkohol itu sama. Khusus untuk bir, ia meyakini minuman tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana santai.

“Ada beberapa alkohol yang lebih identik dengan [aktivitas] minum sampai pingsan. Bir dalam pandangan saya, kami ambil jika kami ingin bersantai, “tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Marketing Director Multi Bintang Indonesia, Jessica Setiawan. Menurutnya, bir adalah minuman yang bisa dinikmati secara bertanggung jawab.

“Jika dinikmati secara bertanggung jawab, [bir] bisa membuka banyak percakapan,” katanya.

(yang/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  7 Perbedaan Smoothing dan Rebonding yang Sama-sama Membuat Rambut Lurus