Sering Buang Air Kecil, Berbahaya Bagi Kesehatan?

Jakarta, sonaysurucukursu

Adalah normal untuk buang air kecil beberapa kali sehari. Tapi tidak jika Anda melakukannya terlalu sering kencing.

Dorongan untuk buang air kecil yang sering atau di luar batas normal Anda biasanya bisa menjadi gejala dari sejumlah kondisi medis.

Misalnya, bagi ibu hamil, sering buang air kecil adalah hal yang wajar. Namun bagi yang lain, buang air kecil terlalu sering bisa menandakan kondisi tertentu, seperti diabetes, kandung kemih yang terlalu aktif, infeksi saluran kemih, atau masalah pada prostat.

Menurut ahli urologi Nur Rasyid, seseorang bisa mengalami sering buang air kecil sepanjang hidupnya karena berbagai alasan. Kondisi ini dapat berkisar dari masalah kecil yang mudah ditangani hingga masalah yang lebih serius.

Umumnya seseorang lebih sering buang air kecil karena dipengaruhi oleh asupan air yang berlebihan dari sehari atau bahkan jenis minuman yang diminumnya.

Selain itu, ada banyak kondisi berbeda yang dapat menyebabkan sering buang air kecil. Banyak dari penyebab ini didasarkan pada usia, jenis kelamin, atau bahkan mungkin keduanya.

“Pada wanita ada yang namanya overactive bladder. Untuk pria bisa jadi pembesaran prostat,” kata Nur Rasyid saat dihubungi. CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada juga penyakit lain yang ditandai dengan sering buang air kecil, sonaysurucukursu lain batu kandung kemih dan diabetes.

“Pengidap diabetes mellitus atau kencing manis memiliki proses buang air kecil yang tidak normal karena pompa kandung kemihnya terganggu,” katanya.

Seseorang dengan diabetes biasanya merasa tidak lengkap saat buang air kecil karena ada sisa urin di kandung kemih.

Berapa kali buang air kecil dalam sehari?




Ilustrasi. Normalnya seseorang akan buang air kecil 4-8 kali dalam sehari. (iStockphoto/Gambar Pofuduk)

Lantas, seberapa besar intensitas urine yang bisa disebut berlebihan?

Normalnya, seseorang akan buang air kecil 4-8 kali dalam sehari. Lebih dari itu, kemungkinan besar ada masalah mendasar.

Rasyid juga merekomendasikan setiap orang untuk membuat buku harian berkemih atau buku catatan urin untuk mencatat intensitas buang air kecil.

“Catat seberapa sering dia minum, berapa banyak, dan apa yang dia minum. Setelah itu, catat seberapa sering dia buang air kecil dalam sehari,” tutupnya.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Menikmati 'Cafe Dingin' di Tengah Gelombang Panas Eropa