‘Playboy’ Bisa Dipengaruhi Faktor Genetik, Tapi Tidak Sepenuhnya

Jakarta, sonaysurucukursu

Kekacauan perselingkuhan Reza Arab sekarang menjadi sorotan. Apalagi baru-baru ini Reza mengaku sebagai keturunan a playboyyang menjadi alibinya untuk membenarkan perselingkuhannya.

Pertanyaannya, benarkah selingkuh bisa dipengaruhi faktor genetik?

Psikolog Kantiana Taslim mengatakan meski bukan faktor tunggal, playboy memang bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.

“Kalau memang ada gen yang mempengaruhinya, sejauh yang disebutkan, kalaupun ada, itu bukan satu-satunya faktor penyebab,” kata Kantiana saat dihubungi. CNNIndonesia.comSelasa (26/9).

Kantiana menunjuk sebuah penelitian yang menemukan bahwa dalam gen tertentu yang disebut ‘gen pencari sensasi’, itu dapat memengaruhi impulsif seseorang. Sifat ini dapat menimbulkan gairah dan kepuasan yang tinggi.

“Perilaku seperti ini [contoh: perselingkuhan] Apa yang terjadi tentu saja bisa dicegah. Belum tentu karena ada gen tertentu, [lalu] Perilakunya dibenarkan,” katanya.

Menurut Kantiana, pembentukan karakter seseorang tidak dapat ditentukan oleh satu faktor saja. Ada banyak faktor yang dapat membentuk kepribadian atau perilaku seseorang.

Dalam kasus perselingkuhan, lanjut Kantiana, ada faktor lingkungan yang berperan. Misalnya faktor keluarga, internal diri, dan masalah yang terjadi pada pasangan.

“Faktor lingkungan dan keluarga biasanya mempengaruhi ketika seorang individu mengalami atau melihat orang tuanya atau seseorang dalam hidupnya terlibat perselingkuhan,” kata Kantiana.

Kantiana mengatakan perselingkuhan yang dilakukan oleh orang terdekat membuat seseorang tidak bisa mendapatkan pemahaman tentang hubungan yang sehat.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Cara mengetahui pasangan selingkuh, kenali tanda-tandanya