Musim panas di Kuil Jepang dan Upacara ‘Ibadah’ Voodoo Putin

Jakarta, sonaysurucukursu

Musim panas di Jepang diwarnai dengan kunjungan ke pura sambil memohon doa.

Namun alih-alih datang ke kuil sambil mengenakan jimat dan berdoa, kali ini orang Jepang di Prefektur Chiba justru datang ke kuil sambil memasang boneka jerami.

Di Jepang, ada sejenis boneka yang terbuat dari anyaman jerami yang diikat menjadi satu. Boneka ini dikenal sebagai wara ningyo. Namun, wara ningyo bukan sekadar wayang yang terbuat dari seni. Daripada boneka yang menggemaskan, wara ningyo lebih mirip boneka voodoo Jepang yang menakutkan. Boneka ini dibuat untuk seseorang yang ingin Anda sakiti dengan cara menancapkan paku ke tubuh boneka jerami.

Mengutip Sora News 24 dari Asahi Simbun, boneka ini tidak bisa begitu saja ditancapkan paku. Mereka harus memakukan boneka ini ke pohon di kuil Shinto sonaysurucukursu pukul 1-3 pagi. Boneka ini harus dipaku ke pohon dalam upacara yang dikenal sebagai ushi no toki mairi.

Popularitas voodoo gaya Jepang telah menyebabkan wara ningyo ditemukan berserakan di pepohonan di pekarangan tujuh kuil di kota Matsudo, 20 menit di sebelah timur Tokyo. Di Kuil Kanegasaku Kuamano, misalnya, boneka itu ditemukan dipaku di pohon kapur barus, yang berusia lebih dari 200 tahun dan bahkan lebih tua dari kuil itu sendiri.

Namun, boneka jerami ini juga mengikuti perkembangan zaman. Wara ningyo kini juga dibubuhi foto wajah orang yang ingin dikutuk.

Tapi bukan hanya kebencian pribadi terhadap seseorang yang ditunjukkan warga Jepang, sebenarnya ada satu kesamaan yang tampaknya tidak disukai orang Jepang. Hal ini terlihat dari foto yang ditempel di wara ningyo.

Satu orang yang telah dipilih sebagai target bersama untuk voodoo Jepang tidak lain adalah Presiden Rusia Vladimir Putin. Tak hanya foto, salah satu boneka yang ditemukan di Kuil Kanegasaku Kuamano Masudo juga memiliki selembar kertas yang terlipat. di dalamnya dengan nama lengkap Putin, usia dan tanggal lahir saat ini, semuanya ditulis dalam bahasa Jepang, serta pesan “Berdoa untuk kematiannya.”

Baca Juga :  Jika ingin liburan ke Eropa, perhatikan syarat dan cara membuat Visa Schengen

Pendeta dan penjaga kuil meminta siapa pun yang melakukan Andashi tidak ada toki mairi dihentikan, dan sementara sihir atau kutukan itu sendiri bukanlah pelanggaran yang dapat dihukum dengan denda, polisi setempat sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai kejahatan pelanggaran dan vandalisme.

(chs)

[Gambas:Video CNN]