Kenapa Ada ‘Kupu-Kupu’ di Perut Saat Jatuh Cinta?

Jakarta, sonaysurucukursu

Ternyata jatuh cinta mampu menimbulkan sensasi aneh di perut. Sensasi tersebut biasa dikenal dengan sebutan ‘kupu-kupu di perut’.

Pada dasarnya, tentu saja tidak ada satu pun kupu-kupu di dalam perutnya. Istilah tersebut mengacu pada sensasi yang timbul akibat reaksi komponen kimia tubuh.

Helen Fisher, seorang antropolog biologi dan pakar hubungan romantis, mengatakan bahwa perasaan kupu-kupu di perut bisa disebabkan oleh peningkatan kadar zat norepinefrin di seluruh sistem saraf pusat.

Norepinefrin berfungsi sebagai hormon dan neurotransmiter (molekul pesan antar sel saraf). Zat ini dilepaskan sebagai respons terhadap stres dan ketertarikan. Karena itu, perasaan kupu-kupu di perut ini juga terjadi saat Anda merasa cemas, takut, atau merasa bahaya.

Saat norepinefrin aktif, sensasi fisik lain muncul, seperti detak jantung meningkat, perasaan lebih waspada, dan energik, hingga kehilangan nafsu makan.

Selain itu, jangan lupakan peran dopamin, hormon yang erat kaitannya dengan norepinefrin. Dopamin membuat Anda merasa bahagia dan termotivasi.

Hormon ini dilepaskan saat Anda melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti menghabiskan waktu bersama pasangan.

“[Secara umum kedua zat ini] menghasilkan banyak reaksi fisik, termasuk ‘kupu-kupu’, mulut kering, lutut lemah, gagap, dan respons lainnya,” jelas Fisher. Membentuk.

Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh para ahli dari Loyola University Health System. Kata orang, jatuh cinta bisa melibatkan tiga jenis bahan kimia tubuh, yakni dopamin, adrenalin, dan norepinefrin.

Dopamin menciptakan perasaan euforia, sementara adrenalin dan norepinefrin bertanggung jawab atas peningkatan detak jantung, kecemasan, dan sensasi keseluruhan dari pengalaman cinta.

Dari hasil scan MRI, cinta mampu menerangi pusat kesenangan di otak. Saat jatuh cinta, aliran darah meningkat di area pusat kesenangan. Area ini menjadi area yang sama dengan bagian otak untuk perilaku obsesif-kompulsif.

Baca Juga :  Trending di Komunitas, Apa Itu Bahasa Cinta?

“Ini mungkin menjelaskan mengapa kita lebih berkonsentrasi pada pasangan kita daripada pada hal lain selama tahap awal hubungan,” kata Mary Lynn, co-director Loyola Sexual Wellness Clinic. Harian Sains.

(yang / ashar)

[Gambas:Video CNN]