Gejala Omicron pada Anak Paling Dominan, Bukan Demam dan Batuk

Jakarta, sonaysurucukursu

Gejala Covid-19 varian Omikron yang mungkin kamu tahu adalah demam, batuksampai sakit tenggorokan.

Namun, ternyata tidak semua orang yang terpapar Covid-19 mengalami ketiga gejala tersebut. Faktanya, banyak pasien, terutama anak-anak, yang tidak mengalami gejala tersebut sama sekali.

Dokter yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Yogi Prawira ini mengatakan, SARS-CoV-2 merupakan virus sistemik yang tidak hanya menyerang saluran pernapasan. Virus ini dapat menyerang organ tubuh lainnya, salah satunya adalah saluran pencernaan.

“Khususnya pada anak-anak. Ada anak yang tidak demam, tidak batuk, tidak sakit tenggorokan, ternyata itu Covid-19. Gejalanya misalnya sakit perut dan diare. Ini harus waspada,” kata Yogi dalam webinar yang digelar BNPB, beberapa waktu lalu.

Berikut tiga gejala dominan yang biasa dialami anak-anak dan harus diwaspadai sebagai varian Omicron dari Covid-29.

1. Diare

Jika anak mengeluh sakit perut dan diare, orang tua harus waspada. Bisa jadi anak tersebut terkena Covid-19 yang langsung menyerang saluran pencernaan.

2. Muntah

Mual dan muntah juga bisa menjadi tanda bahwa anak Anda telah terpapar virus penyebab COVID-19.

Perlu Anda ketahui, Covid-19 sebenarnya bukan penyakit yang hanya menyerang saluran pernapasan, melainkan bisa menyerang secara sistemik dan masuk ke organ tubuh mana pun.

“Karena ada anak yang gejalanya dominan di saluran cerna, misalnya muntah dan diare, sakit perut tapi tidak masuk angin,” kata Yogi.

3. Radang usus

Ketika dokter menemukan anak mereka menderita radang usus besar, orang tua perlu mewaspadai ancaman Covid-19.

(tst/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Beda Lama Covid dan Reinfeksi, Jangan Salah