Mendapat nilai ‘F’, hanya kurang dari 20 persen remaja Indonesia yang suka beraktivitas

Jakarta, CNNIndonesia

Minimal aktivitas fisik tampaknya menjadi masalah kontemporer yang dialami oleh banyak negara. Di Indonesia kelompok tingkat aktivitas fisik remaja dianggap sangat rendah.

The Active Healthy Kids Global Alliance (AHKGA), bekerja sama dengan Sun Life, merilis Kartu Laporan Aktivitas Fisik Remaja yang menilai tingkat aktivitas fisik anak-anak dan remaja di sejumlah negara di dunia. Alhasil, tingkat aktivitas fisik remaja di Indonesia mendapat nilai F.

Tidak hanya Indonesia, negara tetangga seperti Filipina dan Vietnam juga mendapatkan nilai F yang sama.

Skor F berarti bahwa hanya kurang dari 20 persen anak usia 6-17 tahun di negara tersebut yang mencapai setidaknya rata-rata 60 menit aktivitas fisik per hari. Angka tersebut merupakan rekomendasi dari World Health Organization (WHO) mengenai kebutuhan aktivitas fisik harian bagi kelompok remaja.

“Hanya kurang dari separuh anak-anak di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam yang berjalan kaki atau bersepeda ke tempat-tempat tertentu seperti sekolah atau taman bermain,” tulis laporan tersebut dalam keterangan resmi yang diterima Sun Life. CNNIndonesia.comRabu (23/11).

Gaya hidup yang kurang gerak atau menetap telah dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit kronis. Terutama, pada masalah kardiovaskular.

Bagi anak-anak dan remaja, aktivitas fisik secara teratur bermanfaat untuk kebugaran, kesehatan jantung, kesehatan tulang, dan psikokognitif.

Laporan tersebut menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan aktivitas fisik di sonaysurucukursu anak-anak dan remaja di Asia.

“Telah banyak dilaporkan bahwa anak-anak dan remaja menjadi kurang aktif secara fisik dan menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan perangkat seluler sejak pandemi Covid-19,” tulis laporan tersebut.

(asr)



[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Seks Dini, Apa Yang Harus Diajarkan?