Bisakah Saya Memberi Bantuan kepada Non-Muslim?

Jakarta, sonaysurucukursu

Rakyat Islam didorong untuk memperbanyak membantu orang lain. Lalu, bagaimana hukum memberikan bantuan kepada non-Muslim? Bisakah Muslim memberikan bantuan kepada non-Muslim?

Anggota Pengurus Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU), Dr. Phil. Syafiq Hasyim, MA menjelaskan undang-undang tentang pemberian bantuan kepada non-Muslim dalam program tanya jawab Islam (Tajil) di CNNIndonesia.com.

Syafiq menjelaskan bahwa dalam Islam ada dua skema bantuan, yaitu sedekah wajib dan sunnah. Sedekah wajib terdiri dari zakat mal dan zakat fitrah. Zakat ini harus diberikan kepada mereka yang telah ditentukan oleh Allah SWT seperti fakir miskin, musafir, dan amil zakat.

“Sedekah itu harus berupa zakat mal dan fitrah. Peruntukan keduanya sudah ditentukan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat Islam yang membutuhkan atau disebut mustahik,” kata Syafiq.

Lalu, bagaimana dengan sedekah yang sunnah?




Bagaimana hukum memberikan bantuan kepada non-Muslim? (Foto: sonaysurucukursu/Adi Maulana)

Syafiq menjelaskan bahwa umat Islam dapat berkontribusi kepada non-Muslim.

“Dalam konteks ini, kita diperbolehkan untuk memberikan sumbangan kepada non-Muslim yang berada di negara kita sendiri. Mayoritas ulama membolehkan pemberian bantuan kepada non-Muslim yang berada dalam kesulitan,” kata Syafiq.

Bagaimana jika kita dihadapkan pada penentuan prioritas sonaysurucukursu sedekah kepada masyarakat non musiman di Indonesia atau sedekah kepada umat Islam yang berada di luar negeri?

“Menurut saya, mana yang lebih membutuhkan, itu yang kami datangi dan berikan bantuan,” kata Syafiq.

Itulah hukum memberikan bantuan kepada non-Muslim.

(ptj)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  7 Cara Mengatasi Darah Rendah Tanpa Obat, Salah satunya Silahkan Duduk