Apa itu Alergen dalam Makanan Kemasan dan Bagaimana Mengenalinya

Jakarta, sonaysurucukursu

Lihatlah bagian belakang kemasannya makanan yang Anda beli. Ada tabel yang berisi angka-angka dalam persen dengan komposisi bahan baku. Pernah membacanya?

Sayangnya, masih banyak orang yang membeli tanpa memperhatikan apa yang tertulis di kemasan makanan.

Ahli Gizi dan Ketua Umum Gizi Pangan Indonesia, Hardinsyah, menganjurkan untuk membaca label kemasan makanan. Karena label ini mengandung banyak komposisi yang dapat menyebabkan alergi atau menjadi alergen.

“Produk yang berlabel dikontrol pengawasan BPOM. Produk tidak akan diedarkan sampai didaftarkan dan diperiksa oleh Badan POM,” kata Hardinsyah saat konferensi pers di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (21/9).

Untuk menjadi konsumen yang cerdas, lanjutnya, konsumen perlu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya serta produk yang aman dan berkualitas.

Beberapa produk kemasan makanan mengandung informasi “mengandung alergen” yang berarti produk tersebut mengandung bahan yang dapat menyebabkan alergi.

Di Indonesia, informasi mengenai alergen tersebut telah diatur dalam Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Bahan makanan yang berpotensi menimbulkan alergi harus dicantumkan pada keterangan sebagai alergen dalam bentuk dan bahan yang dicetak tebal.

Kemudian, bahan makanan yang mengandung alergen harus mencantumkan tulisan “Diproduksi menggunakan peralatan yang juga mengolah…” diikuti nama alergen, “Mungkin mengandung…” diikuti nama alergen atau “Mungkin mengandung… ” diikuti dengan nama alergen.

Alergen didefinisikan sebagai bahan makanan atau senyawa yang menyebabkan alergi atau intoleransi. Konsumsi makanan yang mengandung alergen dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen yang memiliki alergi atau intoleransi.

Makanan yang dikategorikan sebagai alergen sonaysurucukursu lain;
– Bahan yang mengandung gluten seperti sereal, rye, barley
– Kerang dan produk olahannya.
– Telur dan produknya.
– Ikan dan hasil olahannya.
– Kacang tanah, kedelai, dan hasil olahannya.
– Susu dan produknya (termasuk laktosa).
– Kacang pohon dan kacang olahan.
– Sulfit (>10 ppm).

Baca Juga :  Diabetes dan Infeksi Paru-Paru, Penyakit yang Dimiliki Tjahjo Kumolo

Orang dengan alergi tertentu harus membaca label pada kemasan untuk menghindari makanan yang mungkin membuat mereka alergi. Undang-undang mengharuskan label makanan untuk mengidentifikasi sumber makanan dari semua alergen yang digunakan untuk membuat makanan.

Dikatakannya, sumber alergen makanan bisa berasal dari kacang-kacangan, susu, telur, ikan, kerang, gandum, bahan tambahan makanan atau bahan yang terbuat dari makanan tersebut.

“Selama penggunaannya tidak melebihi ambang batas yang ditentukan oleh otoritas yang berwenang dan keberadaannya dikomunikasikan secara jelas, maka produk tersebut aman untuk dikonsumsi,” lanjutnya.

Hardinsyah juga menyebutkan pentingnya membaca label kemasan produk. Ini memberikan cara mudah bagi masyarakat untuk lebih mengidentifikasi produk makanan olahan yang ingin mereka konsumsi dengan mencentang “KLIK”.

“Pastikan (K) kemasan produk dalam keadaan baik. Baca informasi produk yang tertera pada Label (L). Pastikan Anda memiliki (I) izin edar dari BPOM RI dan pastikan belum lulus ( K) tanggal kedaluwarsa,” katanya.

(del/ch)

[Gambas:Video CNN]