6 pantangan bagi penderita asam urat, bukan hanya menghindari jeroan

Jakarta, sonaysurucukursu

Penyakit encok sangat berhubungan dengan pola makan. Satu hal yang harus dihindari adalah konsumsi jeroan.

Namun, apakah itu semua? Ternyata ada beberapa pantangan bagi penderita asam urat selain menghindari konsumsi jeroan.

Asam urat adalah bentuk radang sendi yang bisa menyerang siapa saja.

Seperti dikutip dari Klinik MayoAsam urat ditandai dengan serangan rasa sakit yang tiba-tiba dan parah, bengkak, kemerahan dan sensasi ditekan pada satu atau dua sendi.

Penderita asam urat harus memperhatikan pola makan dan kebiasaan sehari-hari. Berikut adalah beberapa tabu.

1. Minum alkohol

Mengkonsumsi segala jenis minuman beralkohol dapat memicu serangan asam urat. Alkohol akan menurunkan kemampuan ginjal untuk menyaring asam urat dan menyebabkan penumpukan.

Seperti dikutip dari Kesehatan Sehari-hari, minuman seperti bir adalah minuman yang mengandung purin tinggi. Minum bir akan meningkatkan kadar asam urat.

Semakin banyak alkohol yang masuk ke dalam tubuh, semakin besar kemungkinan asam urat kambuh. Sebisa mungkin, kurangi atau hindari minuman beralkohol, terutama enam bulan setelah memulai pengobatan.

2. Minum soda




Ilustrasi. Menyeruput minuman bersoda, salah satu pantangan bagi penderita asam urat. (kaicho20/Pixabay)

Hal yang tabu bagi penderita asam urat adalah meminum minuman bersoda.

Konsumsi makanan atau minuman tambahan yang manis dapat meningkatkan kadar asam urat. Minuman tinggi gula, seperti soda, telah terbukti meningkatkan asam urat baik pada pria maupun wanita.

Minuman soda mengandung sirup jagung fruktosa tinggi. Orang dengan asam urat atau berisiko asam urat harus mengurangi minum soda atau memilih soda rendah gula.

Selain itu, Anda juga perlu menghindari minuman dan makanan dengan sirup jagung fruktosa tinggi seperti minuman buah, es krim, permen, fast food, dan sereal.

3. Kurangi minum

Kekurangan cairan membuat seseorang mengalami dehidrasi. Penderita asam urat disarankan untuk menjaga asupan cairan dengan banyak minum air putih.

Asam urat sendiri sering dikaitkan dengan batu ginjal. Theodore Fields, profesor kedokteran klinis di Weill Cornell Medical College di New York City, mengatakan bahwa risiko batu ginjal meningkat ketika Anda mengalami dehidrasi.

4. Malas bergerak

Malas bergerak alias tipis membuat asam urat lebih sering kambuh. Seperti dikutip dari saluran kesehatanAktivitas fisik atau olahraga secara teratur adalah cara lain untuk mencegah kambuhnya asam urat.

Olahraga membantu menjaga berat badan, sekaligus menjaga kadar asam urat tetap rendah. Sebuah penelitian pada 228 pria menemukan bahwa mereka yang berlari lebih dari 8 km setiap hari memiliki risiko asam urat 50 persen lebih rendah.

5. Pakai alas kaki saja

Asam urat bisa dipicu oleh penggunaan alas kaki yang tidak tepat. Kerusakan atau trauma pada satu area dapat membuat penderita asam urat rentan terhadap rasa sakit.

Sebaiknya, kenakan alas kaki yang pas, tidak terlalu sempit. Sepatu atau jenis alas kaki lainnya yang membuat kaki banyak bergesekan dengan bahan alas kaki akan memicu rasa sakit.

6. Konsumsi kacang-kacangan dan sayuran tinggi purin




Ilustrasi Sayuran KacangIlustrasi. Kacang-kacangan, salah satu sayuran tinggi purin yang bisa memicu asam urat. (Sonja Langford/Unsplash.com)

Penderita asam urat harus benar-benar mengetahui jenis makanan yang tinggi purin. Daging merah, unggas, makanan laut, dan jeroan harus dihindari. Namun, ada juga sederet makanan yang dianggap aman, namun tidak aman untuk penyakit asam urat.

Makanan sehat yang tinggi purin termasuk kacang-kacangan, termasuk kacang tanah, kacang polong, kacang merah, kedelai, dan kacang-kacangan. Selain itu, hindari sayuran hijau tertentu seperti bayam, asparagus, kubis, daun pepaya, buncis, kangkung, daun singkong, jamur kuping.

Berikut beberapa pantangan bagi penderita asam urat yang perlu diperhatikan. Hindari beberapa hal di atas agar asam urat tidak kambuh.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Hati-hati, penelitian menemukan pelurus rambut dapat memicu kanker endometrium