10 Kebiasaan Sehari-hari Menyebabkan Kematian Cepat, Bukan Hanya Merokok

Jakarta, sonaysurucukursu

Merokok bukan satu-satunya penyebab kematian dini. Ada banyak kebiasaan penyebab kematian dini yang biasanya dilakukan setiap hari.

Faktanya, bagi banyak orang, menghentikan kebiasaan buruk itu sulit. Padahal tanpa disadari, kebiasaan buruk tersebut bisa berdampak jangka panjang. Jumlah penyakit kronis akan menguntit Anda.

Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu kematian dini, mengutip: Santapan pembaca dan Makan Ini Bukan Itu.

1. Sering ngemil saat tidak lapar

Ngemil itu bisa dilakukan kapan saja. Beberapa orang bahkan sering mengunyah camilan saat perut tidak terasa lapar.

Mengabaikan sinyal rasa lapar alami tubuh akan memicu Anda untuk makan berlebihan.

Seperti diketahui, makan berlebihan bisa memicu kenaikan berat badan yang bisa memicu serangkaian penyakit kronis. Dari diabetes hingga penyakit jantung, semuanya ada di daftar teratas penyebab kematian dini dunia.

2. Memainkan ponsel sambil berjalan

Kebiasaan berikutnya yang menyebabkan kematian dini adalah bermain ponsel sambil berjalan.

Beth Ebel, direktur Harbourview Center for Injury Research and Prevention di University of Washington, mengatakan menyeberang jalan sambil bermain ponsel dapat meningkatkan risiko tertabrak mobil. Oleh karena itu, disarankan agar Anda menjauhkan ponsel saat berjalan di luar.

3. Sering membunyikan leher




Ilustrasi. Seringnya leher berdenging, salah satu kebiasaan yang menyebabkan kematian dini. (iStock/PeopleImages)

Dalam sebuah wawancara, ahli bedah ortopedi Michael Gleiber mengatakan, retak leher berulang kali membuat seseorang lebih rentan mengalami cedera, salah satunya bisa memicu stroke.

4. Mempertahankan pola tidur yang buruk

Kebiasaan tidur yang buruk dapat menyebabkan kecelakaan serius dan kantuk di siang hari. Kurang tidur kronis dapat meningkatkan kemungkinan serangan jantung, obesitas, diabetes, dan gangguan endokrin.

Selain itu, apnea tidur Episode tidur berulang yang tidak terdiagnosis juga dapat menyebabkan gagal jantung atau hipertensi pulmonal.

5. Tidak memeriksakan gigi secara teratur

Perawatan gigi harus selalu menjadi prioritas. Tidak hanya membuat gigi rusak, perawatan gigi yang buruk juga dapat menyebabkan infeksi. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini juga bisa memicu penyakit jantung.

6. Jarang berolahraga

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Jurnal Nutrisi Klinis Amerikakurang olahraga bisa lebih mematikan daripada obesitas.

Bukan rahasia lagi, gaya hidup sedentary atau jarang melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di zaman modern ini. Gaya hidup ini rawan memicu sejumlah penyakit kronis yang bisa berujung pada kematian.

Orang dewasa disarankan untuk berolahraga 150 menit per minggu dengan intensitas sedang. Atau, jika tidak bisa, setidaknya pilih naik dengan menggunakan tangga saja mengangkat atau eskalator.

7. Terpapar sinar matahari terlalu lama

Tidak menggunakan tabir surya setiap hari dapat menyebabkan luka bakar dan peningkatan risiko kanker kulit seperti melanoma.

8. Tidak ada sarapan




Ilustrasi sarapan roti panggangIlustrasi. Jarang sarapan, salah satu kebiasaan yang menyebabkan kematian dini. (iStock/photostorm)

Meskipun waktunya terbatas, melewatkan sarapan dapat memiliki konsekuensi jangka panjang yang berbahaya.

Melewatkan sarapan membuat seseorang cenderung makan berlebihan sepanjang hari. Makan berlebihan bisa memicu sejumlah masalah kronis yang bisa berujung pada kematian.

9. Makan malam kebesaran

Anda perlu menghindari kebiasaan makan malam dalam porsi besar. Padahal, metabolisme tubuh melambat di malam hari. Oleh karena itu, yang terbaik adalah makan makanan besar di pagi dan sore hari.

10. Bekerja tanpa henti

Stres akibat pekerjaan dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dan meningkatkan risiko penyakit. Bekerja tanpa henti hanya akan menimbulkan stres.

Stres juga merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Itulah beberapa kebiasaan yang menyebabkan kematian dini. Hindari kebiasaan di atas agar tubuh tetap sehat.

(del/asr)

[Gambas:Video CNN]



Baca Juga :  Mirip, Gejala Leukemia Sering Disalahartikan sebagai Demam Berdarah